Gak terasa yaaaa... sudah 5 tahun saya di kampus ini...
banyak hal yang saya dapat di sini, pengalaman, persahabatan, sedih, senang, menangis dan tertawa..
saya mau cerita awal mula saya masuk di kampus STIE YKPN tercinta ini.. :)
orang tua saya bercerai, masing-masing menikah lagi... kemudian saya ikut ibu kandung saya di klaten,
tahun 2003 saya lulus SMU, saya bekerja di beberapa tempat, di toko mas, di supermarket, di pabrik garmen, dan terakhir di pabrik sarung tangan di daerah kaliurang... walaupun saya sebenarnya ingin sekali kuliah, namun saya tidak meneruskan pendidikan karena ibu saya tak mampu membiayai...dan saya juga bukanlah anak yang terlalu berprestasi sehingga bisa diberi hadiah oleh salah satu universitas untuk mendapat belajar gratis di gedungnya...saya hanya anak yang sangat biasa-biasa saja...
tahun 2006, tepatnya 27 Mei, Klaten dan sekitarnya diguncang gempa hebat,ibu saya menjadi salah satu korban meninggal saat itu... saya dan 2 orang adik saya sangat kehilangan tentunya, bagaimanapun ibu kami adalah kepala rumah tangga, tempat kami bergantung, dengan kepergiannya, kami adalah anak ayam yang kehilangan induknya..
akhirnya saya mencoba menghubungi ayah saya yang ada di Sumatera. Beliau langsung datang beberapa hari kemudian...akhirnya ayah saya tinggal bersama saya dan adik-adik saya di Klaten karena saya tidak mau meninggalkan ibu saya yang di kubur di Klaten.
setelah 2 tahun, pada awal 2008, ayah menyuruh saya untuk mencoba pengalaman baru, saya di suruh main ke kampus... main aja katanya... coba ajak temenmu, trus liat gedung-gedung kampus itu kayak apa...
jujur, saya yg berkerja jadi kuli pabrik merasa jengah di tantang seperti itu, takut, minder itu yang saya rasakan, krn saya sudah 5 tahun tidak lagi bersenggolan dengan dunia pendidikan... namun di sisi lain hati kecil saya, saya memang merindukan belajar...
ditemani sahabat saya yang sedang berkuliah di UNY, saya di ajak muter-muter, pertama ke UII jakal, saya tidak klik di sana... kampussnya besaaaaaarrr sekali, pasti capek jalan jauh seperti itu, itu pikiran saya.. kemudian , hari lain kami main ke kampus temen saya, kali ini di bawain duit 200rb sama ayah, katanya, cobalah daftar, daftar aja gak perlu masuk...hehe... terus saya sama temen saya tanya-tanya di administrasi UNY, tentang prosedur dan keuangan... setelah selesai tanya menanya, kesimpulan yang kuambil adalah : stafnya tidak ramah, biayanya tidak bisa di cicil (*sesuai karakter keuanganku yg memang hanya mampu mencicil), gedungnya kurang keren hehehehe
habis itu aku di ajak temenku main ke seturan, liat kampus STIE YKPN, dia juga belum pernah ke sini, tapi kata temen2ny , YKPN kampus manajemen yg mahal, kampus mall gitu.. haha...
trus kami masuk ke admisi dan WOOOOOOOOWWWWWW..... ketemu sama staf admisi yaaaaaaang luar biasa ramah... saya langsung jatuh hati saat itu juga...hahayyyy....saya langsung tes dan di nyatakan diterima saat itu juga ( saat itu saya pikir beneran ni saya lulus? gak ngaco ya? wkwkwkwkk)
saya pulang n ngomong sama ayah saya... "AKU PENGEN KULIAH DI STIE YKPN"
sekarang, sudah mau selesai , saya semester akhir... dan saya merasa belum siap untuk lulus...
jujur saya sangat suka kuliah, saya suka mendengarkan dosen yang sedang bicara di depan kelas dengan segenap kecerdasannya menyampaikan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki..
namun bukan berarti saya ingin jadi dosen... saya hanya tertarik mendapat ilmu dari mereka... dan mungkin dapat saya amalkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat saya tularkan pada orang-orang di sekitar saya...
terima kasih untuk STIE YKPN yang telah banyak memberi kesempatan saya untuk mengenyam pendidikan perkuliahan hingga saat ini...
kenapa saya bilang memberi kesempatan?
mungkin kalo teman-teman sekampus yg lain berfikiran bahwa kalau YKPN memberi yang terbaik untuk mahasiswanya itu adalah wajar.. karna biaya yang mereka keluarkan juga tidaklah sedikit... namun bagi saya kuliah di STIE YKPN adalah kesempatan terbaik dalam hidup yang pernah saya dapatkan... bagaimana tidak, saya dari awal kuliah belum bayar sama sekaliii lho.... bukan beasiswa, tp STIE YKPN memberikan kemudahan untuk membayar setelah kuliah...(*sebenarnya sih juga panjang ceritanya...hehehe)
tapi sungguh, dari hati saya yang paling dalam, saya benar-benar berterima kasih pada segenap dosen yang telah menularkan sedikit ilmunya pada saya pribadi, serta segenap dosen dan karyawan yang memberikan kelonggaran pada saya dalam hal biaya..
satu hal... terkadang saya menangis, benar-benar menangis ketika melihat teman-teman yang punya serta diberi kemudahan untuk menuntut ilmu namun tidak dijalani dengan sebaik-baiknya... karena saya untuk menuntut ilmu melalui hal yang tidaklah mudah...
saya tidak pintar, namun saya mau belajar
saya tidak bejo, namun saya pantang menyerah
that's aLL....
"NEVER JUDGE A PERSON BY SEEING THE PRESENT STATUS, BECAUSE TIME HAS THE POWER TO CHANGE AN INVALUABLE COAL, INTO A VALUABLE DIAMOND!!"
Juni 11, 2013
thanks to STIE YKPN
Gak terasa yaaaa... sudah 5 tahun saya di kampus ini...
banyak hal yang saya dapat di sini, pengalaman, persahabatan, sedih, senang, menangis dan tertawa..
saya mau cerita awal mula saya masuk di kampus STIE YKPN tercinta ini.. :)
orang tua saya bercerai, masing-masing menikah lagi... kemudian saya ikut ibu kandung saya di klaten,
tahun 2003 saya lulus SMU, saya bekerja di beberapa tempat, di toko mas, di supermarket, di pabrik garmen, dan terakhir di pabrik sarung tangan di daerah kaliurang... walaupun saya sebenarnya ingin sekali kuliah, namun saya tidak meneruskan pendidikan karena ibu saya tak mampu membiayai...dan saya juga bukanlah anak yang terlalu berprestasi sehingga bisa diberi hadiah oleh salah satu universitas untuk mendapat belajar gratis di gedungnya...saya hanya anak yang sangat biasa-biasa saja...
tahun 2006, tepatnya 27 Mei, Klaten dan sekitarnya diguncang gempa hebat,ibu saya menjadi salah satu korban meninggal saat itu... saya dan 2 orang adik saya sangat kehilangan tentunya, bagaimanapun ibu kami adalah kepala rumah tangga, tempat kami bergantung, dengan kepergiannya, kami adalah anak ayam yang kehilangan induknya..
akhirnya saya mencoba menghubungi ayah saya yang ada di Sumatera. Beliau langsung datang beberapa hari kemudian...akhirnya ayah saya tinggal bersama saya dan adik-adik saya di Klaten karena saya tidak mau meninggalkan ibu saya yang di kubur di Klaten.
setelah 2 tahun, pada awal 2008, ayah menyuruh saya untuk mencoba pengalaman baru, saya di suruh main ke kampus... main aja katanya... coba ajak temenmu, trus liat gedung-gedung kampus itu kayak apa...
jujur, saya yg berkerja jadi kuli pabrik merasa jengah di tantang seperti itu, takut, minder itu yang saya rasakan, krn saya sudah 5 tahun tidak lagi bersenggolan dengan dunia pendidikan... namun di sisi lain hati kecil saya, saya memang merindukan belajar...
ditemani sahabat saya yang sedang berkuliah di UNY, saya di ajak muter-muter, pertama ke UII jakal, saya tidak klik di sana... kampussnya besaaaaaarrr sekali, pasti capek jalan jauh seperti itu, itu pikiran saya.. kemudian , hari lain kami main ke kampus temen saya, kali ini di bawain duit 200rb sama ayah, katanya, cobalah daftar, daftar aja gak perlu masuk...hehe... terus saya sama temen saya tanya-tanya di administrasi UNY, tentang prosedur dan keuangan... setelah selesai tanya menanya, kesimpulan yang kuambil adalah : stafnya tidak ramah, biayanya tidak bisa di cicil (*sesuai karakter keuanganku yg memang hanya mampu mencicil), gedungnya kurang keren hehehehe
habis itu aku di ajak temenku main ke seturan, liat kampus STIE YKPN, dia juga belum pernah ke sini, tapi kata temen2ny , YKPN kampus manajemen yg mahal, kampus mall gitu.. haha...
trus kami masuk ke admisi dan WOOOOOOOOWWWWWW..... ketemu sama staf admisi yaaaaaaang luar biasa ramah... saya langsung jatuh hati saat itu juga...hahayyyy....saya langsung tes dan di nyatakan diterima saat itu juga ( saat itu saya pikir beneran ni saya lulus? gak ngaco ya? wkwkwkwkk)
saya pulang n ngomong sama ayah saya... "AKU PENGEN KULIAH DI STIE YKPN"
sekarang, sudah mau selesai , saya semester akhir... dan saya merasa belum siap untuk lulus...
jujur saya sangat suka kuliah, saya suka mendengarkan dosen yang sedang bicara di depan kelas dengan segenap kecerdasannya menyampaikan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki..
namun bukan berarti saya ingin jadi dosen... saya hanya tertarik mendapat ilmu dari mereka... dan mungkin dapat saya amalkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat saya tularkan pada orang-orang di sekitar saya...
terima kasih untuk STIE YKPN yang telah banyak memberi kesempatan saya untuk mengenyam pendidikan perkuliahan hingga saat ini...
kenapa saya bilang memberi kesempatan?
mungkin kalo teman-teman sekampus yg lain berfikiran bahwa kalau YKPN memberi yang terbaik untuk mahasiswanya itu adalah wajar.. karna biaya yang mereka keluarkan juga tidaklah sedikit... namun bagi saya kuliah di STIE YKPN adalah kesempatan terbaik dalam hidup yang pernah saya dapatkan... bagaimana tidak, saya dari awal kuliah belum bayar sama sekaliii lho.... bukan beasiswa, tp STIE YKPN memberikan kemudahan untuk membayar setelah kuliah...(*sebenarnya sih juga panjang ceritanya...hehehe)
tapi sungguh, dari hati saya yang paling dalam, saya benar-benar berterima kasih pada segenap dosen yang telah menularkan sedikit ilmunya pada saya pribadi, serta segenap dosen dan karyawan yang memberikan kelonggaran pada saya dalam hal biaya..
satu hal... terkadang saya menangis, benar-benar menangis ketika melihat teman-teman yang punya serta diberi kemudahan untuk menuntut ilmu namun tidak dijalani dengan sebaik-baiknya... karena saya untuk menuntut ilmu melalui hal yang tidaklah mudah...
saya tidak pintar, namun saya mau belajar
saya tidak bejo, namun saya pantang menyerah
that's aLL....
Langganan:
Postingan (Atom)